aku, lelaki tua dengan pakaian lusuh itu, sama2 duduk di tepi jalan, di sebuah pendopo, sama2 diam, sama2 mencari kesunyian, dari kerumitan yang berbeda.
Sesekali aku ingin menebak2 apa yang di carinya dari kesunyian itu, apa yang dilihatnya ketika tatapan matanya mulai lemah, mulai tertepis dari pemandangan dunia nyata, tapi segala kemungkinan yang aku pikirkan hanya akan menjadi sebuah pemikiran sederhana, dan hanya akan mengecilkan keberadaannya, semua orang dalam kadar kerumitan yg sama, begitulah aku dia, dan orang2 yang berkeliaran di sekitar kami seakan tak peduli itu, berada dalam keindahan takdir yang sama, dalam pembelajaran yang sama, mempelajari hidup
Tidak ada komentar:
Posting Komentar