Apa hanya "do'a", ruang yang tersisa bagi hamba dan tuhannya?
Saya hanya ingin selalu merasakan "pelukan" itu
ketika istiqomah bukan hanya membawa kejenuhan karena monotonnya, tapi dinamika atas ketenangan jiwa, karena iman dan ihsan, tidak semudah itu didisiplinkan.
Awam.
Rabu, 26 Maret 2014
Selasa, 25 Maret 2014
Pagi
Masih terlalu pagi untuk mengernyitkan dahi?
Semalaman kau berfikir, untuk kemudian menyapaku lewat simbol yang membingungkan,
dan dari sekian simbol itu yang ku mengerti hanya satu kata "berfikirlah"
Pagi,
Pesimisme dan Optimisme bersanding disepanjang jalan meski aku belum keluar, hanya bising, teriakan di sana-sini, sebentar semangat sebentar muak
Dan di pagi hari, aku memilih menu untuk hari ini
akan seperti apa hari ini, tanpa ada pikiran tentang mati
Pagi, kebebasan dalam pikiran yang terdesak
Pagiku, terpikir untuk "berfikir" bersamamu
Atau tinggalkan saja disitu, tak peduli tanpa jasadmu
Biar kala pagi, aku bisa melangkah di atas tanah tanpa sepatu
Semalaman kau berfikir, untuk kemudian menyapaku lewat simbol yang membingungkan,
dan dari sekian simbol itu yang ku mengerti hanya satu kata "berfikirlah"
Pagi,
Pesimisme dan Optimisme bersanding disepanjang jalan meski aku belum keluar, hanya bising, teriakan di sana-sini, sebentar semangat sebentar muak
Dan di pagi hari, aku memilih menu untuk hari ini
akan seperti apa hari ini, tanpa ada pikiran tentang mati
Pagi, kebebasan dalam pikiran yang terdesak
Pagiku, terpikir untuk "berfikir" bersamamu
Atau tinggalkan saja disitu, tak peduli tanpa jasadmu
Biar kala pagi, aku bisa melangkah di atas tanah tanpa sepatu
Senin, 24 Maret 2014
Saya dan Anda
Apa saya yang menuntut terlalu banyak
Atau anda yang berfikir saya menuntut terlalu banyak
Mungkin keduanya terjadi pada momen berbeda, atau pada momen yang sama
Silahkan komunikasikan persepsi anda jika perlu dikomunikasikan
Percaya begitu saja pada asumsi tanpa diuji mungkin akan mengganggu kesehatan anda
Perubahan sikap anda tanpa komunikasi yang jelas juga akan mengganggu saya
Selama masih bisa mendengar saya akan mendengarkan hasil kerja kognitif anda, tentang saya
Selagi belum bicara saya bisa mempersiapkan diri untuk ledakan ledakan jiwa saya, atau anda
Haaaaah, manusia.
Atau anda yang berfikir saya menuntut terlalu banyak
Mungkin keduanya terjadi pada momen berbeda, atau pada momen yang sama
Silahkan komunikasikan persepsi anda jika perlu dikomunikasikan
Percaya begitu saja pada asumsi tanpa diuji mungkin akan mengganggu kesehatan anda
Perubahan sikap anda tanpa komunikasi yang jelas juga akan mengganggu saya
Selama masih bisa mendengar saya akan mendengarkan hasil kerja kognitif anda, tentang saya
Selagi belum bicara saya bisa mempersiapkan diri untuk ledakan ledakan jiwa saya, atau anda
Haaaaah, manusia.
Kamis, 20 Maret 2014
Apa?
Masalahnya bukanlah apa yang orang lihat dariku
tapi apa yang aku lakukan
Masalahnya bukan karena aku tidak peduli
tapi sebuah koreksi, atas apa yang perlu aku pedulikan
Selamat malam, Sang Malam!
tapi apa yang aku lakukan
Masalahnya bukan karena aku tidak peduli
tapi sebuah koreksi, atas apa yang perlu aku pedulikan
Selamat malam, Sang Malam!
Rabu, 19 Maret 2014
Diam Saja
"Kepalaku sakit" Luna memecah hening, matanya menerawang, mengarungi dirinya yang lebih dalam, dalam di kebingungan, seperti penyelam tersesat di kedalaman lautan, tinggal berenang saja ke atas, tapi ia hanya berputar-putar. "Aku berurusan dengan banyak manusia..kepalaku sakit"
"Diam" Raut wajah Awan semakin tenang, tangannya tetap tak diam menggores kertas dengan untaian garis dengan sembarang tekanan, buangan energi jiwa.
Luna berjalan kemudian duduk di tengah sabana sambil menenteng gitanya. Tubuhnya lemas tersangga gitar di pangkuan, tangannya memetik begitu saja mengikuti nada yang diiyakan jiwa.
Dan sore itu, mereka selesaikan apa yang ingin diselesaikan jiwa, dalam tenang, dalam raga yang diam, tanpa ada banyak orang, tanpa lagi keluhan.
Diam saja ya.
"Diam" Raut wajah Awan semakin tenang, tangannya tetap tak diam menggores kertas dengan untaian garis dengan sembarang tekanan, buangan energi jiwa.
Luna berjalan kemudian duduk di tengah sabana sambil menenteng gitanya. Tubuhnya lemas tersangga gitar di pangkuan, tangannya memetik begitu saja mengikuti nada yang diiyakan jiwa.
Dan sore itu, mereka selesaikan apa yang ingin diselesaikan jiwa, dalam tenang, dalam raga yang diam, tanpa ada banyak orang, tanpa lagi keluhan.
Diam saja ya.
Selasa, 18 Maret 2014
Barang Barang Maa
Hari ini setelah melihat gitarku yang tak terurus di pojok ruang aku kembali teringat pada Maa.
Gitar itu diberikan Maa, bukan, sebenarnya aku yang merebutnya, jika ada senar yang mulai meracau aku kembalikan gitar itu kepada Maa, "nih, benerin!"
Gitar menjadi bahan yang selalu jadi motif untuk berinteraksi dengan Maa.
Maa sebenernya tidak lihai, aku sempat bertanya-tanya kenapa ia rela membeli gitar yang cukup mahal itu, sementara ia sangat jarang memainkannya.
Setauku, Maa memang selalu punya alasan aneh saat membeli barang. Dia selalu bangga dengan barang yang dibeli dengan alasan yang tidak sewajarnya. Seleranya tidak seperti manusia biasa, dan aku lebih sering memandangnya sebagai suatu keanehan. Biasanya aku bisa memahami keanehan orang lain, tapi untuk Maa, dia benar-benar aneh, aku sulit mengerti alasan-alasannya. Tapi meski begitu, Maa selalu mencintai barang-barangnya, tidak boleh dibuang meski sudah tampak usang dan lama tidak dipegang, atau justru selalu dielus-elus setiap hari. Tapi untuk gitar ini, sungguh aku jauh lebih sulit mengerti maksudnya. Aku mulai berpikir dia mungkin pernah diculik oleh makhluk astral, kemudian mengalami pengalaman spiritual yang tidak semestinya, hah, semoga saja tidak.
Sudah lama aku tidak bertemu Maa, dan gitar itu pun hanya aku diamkan saja.
Gitar itu diberikan Maa, bukan, sebenarnya aku yang merebutnya, jika ada senar yang mulai meracau aku kembalikan gitar itu kepada Maa, "nih, benerin!"
Gitar menjadi bahan yang selalu jadi motif untuk berinteraksi dengan Maa.
Maa sebenernya tidak lihai, aku sempat bertanya-tanya kenapa ia rela membeli gitar yang cukup mahal itu, sementara ia sangat jarang memainkannya.
Setauku, Maa memang selalu punya alasan aneh saat membeli barang. Dia selalu bangga dengan barang yang dibeli dengan alasan yang tidak sewajarnya. Seleranya tidak seperti manusia biasa, dan aku lebih sering memandangnya sebagai suatu keanehan. Biasanya aku bisa memahami keanehan orang lain, tapi untuk Maa, dia benar-benar aneh, aku sulit mengerti alasan-alasannya. Tapi meski begitu, Maa selalu mencintai barang-barangnya, tidak boleh dibuang meski sudah tampak usang dan lama tidak dipegang, atau justru selalu dielus-elus setiap hari. Tapi untuk gitar ini, sungguh aku jauh lebih sulit mengerti maksudnya. Aku mulai berpikir dia mungkin pernah diculik oleh makhluk astral, kemudian mengalami pengalaman spiritual yang tidak semestinya, hah, semoga saja tidak.
Sudah lama aku tidak bertemu Maa, dan gitar itu pun hanya aku diamkan saja.
Senin, 17 Maret 2014
Drama-Masa Lalu
"Aau!" Awan menyeringai memegang kepalanya yang kesakitan karena terantuk sesuatu yang keras. Entah batu atau apa yang terlempar tepat dikepalanya. Pagi masih belum sempurna, sial sudah menimpa, Awan menyusur pandangan ke rerumputan basah dan menemukan sebuah kertas yang setelah dibuka ternyata menggulung sebuah batu kerikil, sedang pada kertas itu sendiri terdapat tulisan 'heh, pagi!'.
"nakalnya kebangetan ni anak" gumam Awan lalu meletakkan batu dan kertasnya disamping ia duduk.
Beberapa detik kemudian Luna datang dari belakang dan segera duduk di samping Awan, memutar badan menghadap ke Awan. "pas kena kepala kan? canggih! ada yang bocor perlu di plester?"
"ga ada" kata Awan cuek sambil menekan tombol-tombol di kameranya.
"ga papa, biar drama" kata Luna sambil mengobrak abrik tas rajutnya, kemudian mengeluarkan sebuah plester, "Nih plester"
"nakalnya kebangetan ni anak" gumam Awan lalu meletakkan batu dan kertasnya disamping ia duduk.
Beberapa detik kemudian Luna datang dari belakang dan segera duduk di samping Awan, memutar badan menghadap ke Awan. "pas kena kepala kan? canggih! ada yang bocor perlu di plester?"
"ga ada" kata Awan cuek sambil menekan tombol-tombol di kameranya.
"ga papa, biar drama" kata Luna sambil mengobrak abrik tas rajutnya, kemudian mengeluarkan sebuah plester, "Nih plester"
Minggu, 16 Maret 2014
Maa
Perkenalkan,
namanya Maa, lelaki yang memilih jalan keras untuk hidupnya, bahkan sejak ia belum tau apa itu hidup.
Meskipun tidak ada tawuran, tapi nakal selalu jadi pilihan. Minuman keras pun pernah dipegang, pukul-pukulan jangan tanya, meskti tak banyak hitungannya, tapi tentu ada. Secara akademis dia tak pandai, tidak cerdik, tapi liat saja, ia punya kerja keras yang tidak terkira, dan dia, manusia sosial antik.
Temannya ada dimana-mana, bahkan orang yang tidak dikenal pun bisa tiba-tiba jadi temanya. Cara bertemannya yang antik, karena tidak semua beruntung bisa terpilih jadi temannya, dan aku pun teman antiknya.
namanya Maa, lelaki yang memilih jalan keras untuk hidupnya, bahkan sejak ia belum tau apa itu hidup.
Meskipun tidak ada tawuran, tapi nakal selalu jadi pilihan. Minuman keras pun pernah dipegang, pukul-pukulan jangan tanya, meskti tak banyak hitungannya, tapi tentu ada. Secara akademis dia tak pandai, tidak cerdik, tapi liat saja, ia punya kerja keras yang tidak terkira, dan dia, manusia sosial antik.
Temannya ada dimana-mana, bahkan orang yang tidak dikenal pun bisa tiba-tiba jadi temanya. Cara bertemannya yang antik, karena tidak semua beruntung bisa terpilih jadi temannya, dan aku pun teman antiknya.
Sabtu, 15 Maret 2014
Permainan
Dan karena permainan ini maka ada sebuah cerita
permainan yang melibatkan hati dan rasa,
dan sama-sama tau akan permainannya
ya, aku tau jika ini permainan
jadi tenanglah, karena ini permainan ini membawa cerita
dan hanya akan menjadi cerita yang bisa kita nikmati
Permainan ini mungkin hanya kita yang memainkannya
Permainan ini mungkin hanya kita yang tau caranya
Permainan ini tidak tau berakhir seperti apa
Permainan paling menarik sepanjang hidup,
tidak apa jika anda ingin memainkannya
asal anda tau, bahwa ini hanya permainan
jangan sampai anda menuntutnya pada kenyataan jika anda kalah atau menang
permainan yang melibatkan hati dan rasa,
dan sama-sama tau akan permainannya
ya, aku tau jika ini permainan
jadi tenanglah, karena ini permainan ini membawa cerita
dan hanya akan menjadi cerita yang bisa kita nikmati
Permainan ini mungkin hanya kita yang memainkannya
Permainan ini mungkin hanya kita yang tau caranya
Permainan ini tidak tau berakhir seperti apa
Permainan paling menarik sepanjang hidup,
tidak apa jika anda ingin memainkannya
asal anda tau, bahwa ini hanya permainan
jangan sampai anda menuntutnya pada kenyataan jika anda kalah atau menang
Langganan:
Postingan (Atom)