Terlalu jauh, seperti menonton televisi, aku melihatmu begitu jelas dan dekat, tapi sebenarnya kamu berada di ruang dan waktu yang jauh berbeda denganku.
Aku tidak suka televisi!
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Notes. Tampilkan semua postingan
Kamis, 20 November 2014
Minggu, 03 Agustus 2014
Sepi, aku lalu
Sepi
Benarkah ini keikhlasan, yang lalu membawa pada sepi.
Hai Loki, aku yakin bukan kamu yang aku cari
Aku tidak sepenuhnya ikhlas, ada noda-noda dalam bentuk enggan, bantahan, ketakutan, teriakan, dalam celah yang terhimpit di sudut ruang, tapi tertutup dalam kata "ya sudah jalani saja semampunya", "ya sudah, tawakal saja", "ya sudah, biarkan beliau hidup dengan haknya"
Aku masih tetap seorang perindu, hanya aku bukan orang yang tengah bergerilya atas cinta, meski aku hidup di atas selapis tabirnya.
Tuhanku yang semoga aku tak pernah menduakannya atau melebihkan jumlahnya tanpa aku terbutakan atas kebesarannya, Aku dan Dia, Aku dan celah-celah yang ku cari antara aku dan Dia sebagai pantas pantas atas keberadaanku sebagai manusia tanpa aku perlu terjauhkan darinya.
Hah, bodoh, seakan aku bisa mengaturnya, seakan punya kuasa, tapi memang begitu bukan, aku bodih yang sombong, bahkan aku masih bodoh dan sombong ketika aku seakan tau bahwa aku bodoh dan sombong.
Lalu, aku, di sekian detik kehilangan aku, aku lalu, aku habis dalam kata-kataku. Aku...
Aku dalam sepi menghitung hitung seberapa benarnya aku di sekali waktu, meski sebenarnya aku tidak pernah benar-benar tau, tapi aku harus tetap begitu selama wajahku masih menghadap wajah bumi, selama wajahNya masih terus mengawasi (atau yang ku pikir mwngawasi)
Saat sepi ini biar aku serahkan kepada yang berhak atas Aku
Benarkah ini keikhlasan, yang lalu membawa pada sepi.
Hai Loki, aku yakin bukan kamu yang aku cari
Aku tidak sepenuhnya ikhlas, ada noda-noda dalam bentuk enggan, bantahan, ketakutan, teriakan, dalam celah yang terhimpit di sudut ruang, tapi tertutup dalam kata "ya sudah jalani saja semampunya", "ya sudah, tawakal saja", "ya sudah, biarkan beliau hidup dengan haknya"
Aku masih tetap seorang perindu, hanya aku bukan orang yang tengah bergerilya atas cinta, meski aku hidup di atas selapis tabirnya.
Tuhanku yang semoga aku tak pernah menduakannya atau melebihkan jumlahnya tanpa aku terbutakan atas kebesarannya, Aku dan Dia, Aku dan celah-celah yang ku cari antara aku dan Dia sebagai pantas pantas atas keberadaanku sebagai manusia tanpa aku perlu terjauhkan darinya.
Hah, bodoh, seakan aku bisa mengaturnya, seakan punya kuasa, tapi memang begitu bukan, aku bodih yang sombong, bahkan aku masih bodoh dan sombong ketika aku seakan tau bahwa aku bodoh dan sombong.
Lalu, aku, di sekian detik kehilangan aku, aku lalu, aku habis dalam kata-kataku. Aku...
Aku dalam sepi menghitung hitung seberapa benarnya aku di sekali waktu, meski sebenarnya aku tidak pernah benar-benar tau, tapi aku harus tetap begitu selama wajahku masih menghadap wajah bumi, selama wajahNya masih terus mengawasi (atau yang ku pikir mwngawasi)
Saat sepi ini biar aku serahkan kepada yang berhak atas Aku
Rabu, 14 Mei 2014
Penyair Gila
Mereka memang bukan manusia suci, tapi tak pantas juga melihat mereka hanya membicarakan tentang kotornya mereka. Mereka tau tuhannya, tau mulia dan cinta kasih tuhannya, tapi syariat tidak jadi pilihan utama. Sikapnya, jangan tanya, berusaha apa adanya, tapi, humanis? tidak juga. Bagi mereka hanya dengan menjadi bagian dari alam akan membuat mereka menjadi sebagai mana alam yang alami, mereka benci polusi, mereka benci modernisasi yang bagi mereka ternyata hanya barang basi,
Kamis, 08 Mei 2014
Sampahmu
Sampahmu, iya, sampahmu.
Sampah yang km buang di mukaku.
"Buang saja" kataku, "buang saja sebanyak yang kamu bisa"
Karena di satu waktu aku sangat ingin menjagamu tetap bersih.
Sampah itu, masih kamu simpan, kamu tampakkan di waktu-waktu tertenyu, "jangan, buang saja" kataku.
Semakin banyak yang terlihat, sebab semakin ingin aku menjaga, bujan untu siapa-siapa, untukmu saja. Bukan karenatidak ingin dekat dengan sampah, hanya sosok sepertinu terlalu indah untuk dikelilingi sampah.
Sampahmu, iya sampahmu.
Jangan sampai mati tertimbun sampahmu
Sampah yang km buang di mukaku.
"Buang saja" kataku, "buang saja sebanyak yang kamu bisa"
Karena di satu waktu aku sangat ingin menjagamu tetap bersih.
Sampah itu, masih kamu simpan, kamu tampakkan di waktu-waktu tertenyu, "jangan, buang saja" kataku.
Semakin banyak yang terlihat, sebab semakin ingin aku menjaga, bujan untu siapa-siapa, untukmu saja. Bukan karenatidak ingin dekat dengan sampah, hanya sosok sepertinu terlalu indah untuk dikelilingi sampah.
Sampahmu, iya sampahmu.
Jangan sampai mati tertimbun sampahmu
Jumat, 18 April 2014
Tawakal
Dan jika rasa tidak mampu lagi dikuasai, maka kembalilah "diri yang tidak mampu" kepada yang Maha Kuasa
Dan tawakal bukanlah mematikan rasa, untuk kembali fokus pada titahnya,
karena tawakal berarti menyerahkan segala rasa,
nyatanya rasa itu tercipta bersama manusia itu ada,
tidak bisa tau sebabnya apa
kenapa manusia seakan berkuasa diatas segala yang telah tertakdir
dan karena dari sanalah semua menjadi ada.
maka kembalikan saja
barangkali
karena tawakal itu bukan mematikan rasa
karena tawakal itu menyerahkan segala rasa, dengan penuh rasa
karena ketika berpasrah itu cukup, maka kerinduan tidak akan jadi harapan
Dan tawakal bukanlah mematikan rasa, untuk kembali fokus pada titahnya,
karena tawakal berarti menyerahkan segala rasa,
nyatanya rasa itu tercipta bersama manusia itu ada,
tidak bisa tau sebabnya apa
kenapa manusia seakan berkuasa diatas segala yang telah tertakdir
dan karena dari sanalah semua menjadi ada.
maka kembalikan saja
barangkali
karena tawakal itu bukan mematikan rasa
karena tawakal itu menyerahkan segala rasa, dengan penuh rasa
karena ketika berpasrah itu cukup, maka kerinduan tidak akan jadi harapan
Rabu, 16 April 2014
Cahaya
Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahayaNya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun, yang tumbuh tidak hanya di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya, Allah memberi petunjuk kepada cahayaNya bagi orang-orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah maha mengetahui segala sesuatu.
(Cahaya itu) di rumah-rumah yang di sana telah diperintahkan Allah untuk memuliakan dan menyebut namaNya, di sana bertasbih (menyucikan) nama-Nya pada waktu pagi dan petang,
orang yang tidak dilalaikan dengan perdaganyan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang.
............
(firman cahaya)
Minggu, 13 April 2014
Dongeng
Ketika aku mulai mencintai dongeng
Sejak itu aku memilih peran, untuk ku libatkan dalam sebuah cerita
Mengenai alurnya?
Tidak, aku memang tidak berkuasa, tapi, sejauh ini semua bisa dimainkan,
alurrnya, perannya,
Imajinasi, asosiasi, dengan segala realitas yang ada, dengan segenap kewarasan yang tersisa,
dengan sisi ketenangan yang aku punya, aku hanya bersiap untuk segala kemungkinan
Dongeng ini,
sesekali mengajakku berfikir lebih bijaksana untuk rela, "oo, jadi begini ceritanya, baiklah", karena aku ingat bukan kuasaku atas alurnya, apalagi berkuasa atas perannya selain aku
Rupanya ini 'cara'ku menjalani hidup, jadi, iya saja
Sejak itu aku memilih peran, untuk ku libatkan dalam sebuah cerita
Mengenai alurnya?
Tidak, aku memang tidak berkuasa, tapi, sejauh ini semua bisa dimainkan,
alurrnya, perannya,
Imajinasi, asosiasi, dengan segala realitas yang ada, dengan segenap kewarasan yang tersisa,
dengan sisi ketenangan yang aku punya, aku hanya bersiap untuk segala kemungkinan
Dongeng ini,
sesekali mengajakku berfikir lebih bijaksana untuk rela, "oo, jadi begini ceritanya, baiklah", karena aku ingat bukan kuasaku atas alurnya, apalagi berkuasa atas perannya selain aku
Rupanya ini 'cara'ku menjalani hidup, jadi, iya saja
Takut
Mentok,
bodoh, ketika takut pada perkiraan kita sendiri
ketakutan itu melelahkan, menyita energi jiwa raga
untuk sesuatu yang belum kita hadapi,
belum tentu kita jalani
bodoh, ketika takut pada perkiraan kita sendiri
ketakutan itu melelahkan, menyita energi jiwa raga
untuk sesuatu yang belum kita hadapi,
belum tentu kita jalani
Temanku
Karena aku kalah,
di kewarasanku, dia jauh lebih waras,
atas kesimpulanku sendiri, dengan mengabaikan segala protesnya
Ketika bicara, ada satu titik dimana aku tidak melihatnya sebagai manusia
ruh saja, ciptaan tuhan, bagian alam,
yang menginformasikan sebuah ilmu kehidupan
semoga tetap terjaga, dijaga, untuknya juga, temanku yang disana
yang kadang bukan manusia itu
di kewarasanku, dia jauh lebih waras,
atas kesimpulanku sendiri, dengan mengabaikan segala protesnya
Ketika bicara, ada satu titik dimana aku tidak melihatnya sebagai manusia
ruh saja, ciptaan tuhan, bagian alam,
yang menginformasikan sebuah ilmu kehidupan
semoga tetap terjaga, dijaga, untuknya juga, temanku yang disana
yang kadang bukan manusia itu
Rabu, 26 Maret 2014
Do'a
Apa hanya "do'a", ruang yang tersisa bagi hamba dan tuhannya?
Saya hanya ingin selalu merasakan "pelukan" itu
ketika istiqomah bukan hanya membawa kejenuhan karena monotonnya, tapi dinamika atas ketenangan jiwa, karena iman dan ihsan, tidak semudah itu didisiplinkan.
Awam.
Saya hanya ingin selalu merasakan "pelukan" itu
ketika istiqomah bukan hanya membawa kejenuhan karena monotonnya, tapi dinamika atas ketenangan jiwa, karena iman dan ihsan, tidak semudah itu didisiplinkan.
Awam.
Selasa, 25 Maret 2014
Pagi
Masih terlalu pagi untuk mengernyitkan dahi?
Semalaman kau berfikir, untuk kemudian menyapaku lewat simbol yang membingungkan,
dan dari sekian simbol itu yang ku mengerti hanya satu kata "berfikirlah"
Pagi,
Pesimisme dan Optimisme bersanding disepanjang jalan meski aku belum keluar, hanya bising, teriakan di sana-sini, sebentar semangat sebentar muak
Dan di pagi hari, aku memilih menu untuk hari ini
akan seperti apa hari ini, tanpa ada pikiran tentang mati
Pagi, kebebasan dalam pikiran yang terdesak
Pagiku, terpikir untuk "berfikir" bersamamu
Atau tinggalkan saja disitu, tak peduli tanpa jasadmu
Biar kala pagi, aku bisa melangkah di atas tanah tanpa sepatu
Semalaman kau berfikir, untuk kemudian menyapaku lewat simbol yang membingungkan,
dan dari sekian simbol itu yang ku mengerti hanya satu kata "berfikirlah"
Pagi,
Pesimisme dan Optimisme bersanding disepanjang jalan meski aku belum keluar, hanya bising, teriakan di sana-sini, sebentar semangat sebentar muak
Dan di pagi hari, aku memilih menu untuk hari ini
akan seperti apa hari ini, tanpa ada pikiran tentang mati
Pagi, kebebasan dalam pikiran yang terdesak
Pagiku, terpikir untuk "berfikir" bersamamu
Atau tinggalkan saja disitu, tak peduli tanpa jasadmu
Biar kala pagi, aku bisa melangkah di atas tanah tanpa sepatu
Senin, 24 Maret 2014
Saya dan Anda
Apa saya yang menuntut terlalu banyak
Atau anda yang berfikir saya menuntut terlalu banyak
Mungkin keduanya terjadi pada momen berbeda, atau pada momen yang sama
Silahkan komunikasikan persepsi anda jika perlu dikomunikasikan
Percaya begitu saja pada asumsi tanpa diuji mungkin akan mengganggu kesehatan anda
Perubahan sikap anda tanpa komunikasi yang jelas juga akan mengganggu saya
Selama masih bisa mendengar saya akan mendengarkan hasil kerja kognitif anda, tentang saya
Selagi belum bicara saya bisa mempersiapkan diri untuk ledakan ledakan jiwa saya, atau anda
Haaaaah, manusia.
Atau anda yang berfikir saya menuntut terlalu banyak
Mungkin keduanya terjadi pada momen berbeda, atau pada momen yang sama
Silahkan komunikasikan persepsi anda jika perlu dikomunikasikan
Percaya begitu saja pada asumsi tanpa diuji mungkin akan mengganggu kesehatan anda
Perubahan sikap anda tanpa komunikasi yang jelas juga akan mengganggu saya
Selama masih bisa mendengar saya akan mendengarkan hasil kerja kognitif anda, tentang saya
Selagi belum bicara saya bisa mempersiapkan diri untuk ledakan ledakan jiwa saya, atau anda
Haaaaah, manusia.
Kamis, 20 Maret 2014
Apa?
Masalahnya bukanlah apa yang orang lihat dariku
tapi apa yang aku lakukan
Masalahnya bukan karena aku tidak peduli
tapi sebuah koreksi, atas apa yang perlu aku pedulikan
Selamat malam, Sang Malam!
tapi apa yang aku lakukan
Masalahnya bukan karena aku tidak peduli
tapi sebuah koreksi, atas apa yang perlu aku pedulikan
Selamat malam, Sang Malam!
Sabtu, 15 Maret 2014
Permainan
Dan karena permainan ini maka ada sebuah cerita
permainan yang melibatkan hati dan rasa,
dan sama-sama tau akan permainannya
ya, aku tau jika ini permainan
jadi tenanglah, karena ini permainan ini membawa cerita
dan hanya akan menjadi cerita yang bisa kita nikmati
Permainan ini mungkin hanya kita yang memainkannya
Permainan ini mungkin hanya kita yang tau caranya
Permainan ini tidak tau berakhir seperti apa
Permainan paling menarik sepanjang hidup,
tidak apa jika anda ingin memainkannya
asal anda tau, bahwa ini hanya permainan
jangan sampai anda menuntutnya pada kenyataan jika anda kalah atau menang
permainan yang melibatkan hati dan rasa,
dan sama-sama tau akan permainannya
ya, aku tau jika ini permainan
jadi tenanglah, karena ini permainan ini membawa cerita
dan hanya akan menjadi cerita yang bisa kita nikmati
Permainan ini mungkin hanya kita yang memainkannya
Permainan ini mungkin hanya kita yang tau caranya
Permainan ini tidak tau berakhir seperti apa
Permainan paling menarik sepanjang hidup,
tidak apa jika anda ingin memainkannya
asal anda tau, bahwa ini hanya permainan
jangan sampai anda menuntutnya pada kenyataan jika anda kalah atau menang
Sabtu, 22 Februari 2014
Hiperaktivitas
Hiperaktif?
kenapa hiperaktif? kenapa aku suka melihat orang hiperaktif dan bisa terhibur dengannya?
Hiperaktif, bergerak ke sana kemari tanpa fokus yang jelas, seperti energinya tidak pernah habis.
Aku selalu melihat orang hiperaktif sambil tersenyum riang, atau paling tidak riang dalam hati sambil menyimak gerak-geriknya yang kemana-mana, seperti menonton sebuah pertunjukan. Tapi bukan sekedar senang yang seperti itu, senang ini sepertinya bukan pekerjaan kognisi, bukan pekerjaan logika, lalu apa ya?
"Kenapa dia harus terburu-buru?" aku selalu menanyakan itu, tapi aku menanyakannya sambil tersenyum senang. mungkin jika mereka benar aku tanya mereka pun bingung menjawabnya, mungkin, karena masih jadi pertanyaan bagiku, kenapa terburu-buru.
Kenapa tidak berhenti bicara? Kenapa bicara dengan cepat? Kenapa setiap bicara harus bergerak? Kenapa ketika tidak bicara dia bergerak? Kenapa tidak bisa diam sebentar? Kenapa saat yang lain duduk dia berputar putar di ruangan?
kenapa hiperaktif? kenapa aku suka melihat orang hiperaktif dan bisa terhibur dengannya?
Hiperaktif, bergerak ke sana kemari tanpa fokus yang jelas, seperti energinya tidak pernah habis.
Aku selalu melihat orang hiperaktif sambil tersenyum riang, atau paling tidak riang dalam hati sambil menyimak gerak-geriknya yang kemana-mana, seperti menonton sebuah pertunjukan. Tapi bukan sekedar senang yang seperti itu, senang ini sepertinya bukan pekerjaan kognisi, bukan pekerjaan logika, lalu apa ya?
"Kenapa dia harus terburu-buru?" aku selalu menanyakan itu, tapi aku menanyakannya sambil tersenyum senang. mungkin jika mereka benar aku tanya mereka pun bingung menjawabnya, mungkin, karena masih jadi pertanyaan bagiku, kenapa terburu-buru.
Kenapa tidak berhenti bicara? Kenapa bicara dengan cepat? Kenapa setiap bicara harus bergerak? Kenapa ketika tidak bicara dia bergerak? Kenapa tidak bisa diam sebentar? Kenapa saat yang lain duduk dia berputar putar di ruangan?
Senin, 17 Februari 2014
Entah Apa
Dan apa ini, yang bisa membuat manusia tak ke mana-mana. Yakin aku berkembang tapi yang 'entah apa' menggerogoti dengan ribuan gigi yang lebih tajam
Lalu racunnya membuatmu berhalusinasi akan sepenuhnya dunia
Bertahan dari 'entah apa' biar tak mati sia-sia.
Karena konyol jika habis digerogotinya, belum mati pun bisa mati
Bertahan dari 'entah apa'
Lalu racunnya membuatmu berhalusinasi akan sepenuhnya dunia
Bertahan dari 'entah apa' biar tak mati sia-sia.
Karena konyol jika habis digerogotinya, belum mati pun bisa mati
Bertahan dari 'entah apa'
Jangan, seandainya
Mungkinn aku bisa terima semua kenyataan yang ada
Tapi jangan sekali kali katakan "seandainya" terlebih untuk suatu yang buruk
Karena meski mungkin aku bisa menerima, aku tidak mengharapkannya.
Jangan katakann "seandainya" terlebih untuk suatu yang buruk, meski itu tentang hal yang telah lalu
"Seandainya.."
Bahkan aku tidak sanggup mencontohkannya.
Mengingat ucapan itu doa, meski Tuhanku maha tau niatnya
Tapi jangan sekali kali katakan "seandainya" terlebih untuk suatu yang buruk
Karena meski mungkin aku bisa menerima, aku tidak mengharapkannya.
Jangan katakann "seandainya" terlebih untuk suatu yang buruk, meski itu tentang hal yang telah lalu
"Seandainya.."
Bahkan aku tidak sanggup mencontohkannya.
Mengingat ucapan itu doa, meski Tuhanku maha tau niatnya
Minggu, 16 Februari 2014
Trauma
Biarkan saja rindu ini tersisih,
menjadi jejak yang tercecer dalam rekam kehidupan banyak orang
meski hanya aku yang mengalaminya
karena rindu ini bukan yang seharusnya
salah, karena tidak bisa menjaga hati
salah, karena menitipkan hati bukan pada pendermanya
salah, karena salah sangka,
karena bukan seharusnya hati ini terbawa kemana-mana
tuhan diam saja membiarkanku menari-nari bebas tanpa batas
menari bebas tanpa prioritas sebagaimana yang tercantum dalam mushaf
nyatanya duniaku tak seluas bumi terhampar
tiba dimana saat aku sedang menari, aku menabrak sebuah kaca, bening, tipis
di luar sana manusia menari-nari sepertiku,
penuh ekspresi, tanpa kendali
saat itu aku tertunduk malu, berjalan mundur, terpejam sesaat
rekaman kebodohan kembali terputar, sekilas-sekilas, membawa diri pada episode-episode traumatis
saat aku mulai kembali ingat,
bahwa memang aku tak mampu
bahwa memang aku tak berdaya
dan aku hanya manusia
dan aku lah manusia
menjadi jejak yang tercecer dalam rekam kehidupan banyak orang
meski hanya aku yang mengalaminya
karena rindu ini bukan yang seharusnya
salah, karena tidak bisa menjaga hati
salah, karena menitipkan hati bukan pada pendermanya
salah, karena salah sangka,
karena bukan seharusnya hati ini terbawa kemana-mana
tuhan diam saja membiarkanku menari-nari bebas tanpa batas
menari bebas tanpa prioritas sebagaimana yang tercantum dalam mushaf
nyatanya duniaku tak seluas bumi terhampar
tiba dimana saat aku sedang menari, aku menabrak sebuah kaca, bening, tipis
di luar sana manusia menari-nari sepertiku,
penuh ekspresi, tanpa kendali
saat itu aku tertunduk malu, berjalan mundur, terpejam sesaat
rekaman kebodohan kembali terputar, sekilas-sekilas, membawa diri pada episode-episode traumatis
saat aku mulai kembali ingat,
bahwa memang aku tak mampu
bahwa memang aku tak berdaya
dan aku hanya manusia
dan aku lah manusia
Rabu, 01 Januari 2014
biasa, manusia
Kapan terakhir kali aku ingat dosa
Yang ku ingat berkali kali hanya manusia..
Dan tidak lebih sering mengingat tuhan
Jika sudah begini, seakan tidak ada kata yang pantas untuk kembali.
Untungnya aku tak punya kuasa, jadi setidaknya aku tak perlu ragu untuk merasa malu, karena minta ini itu..
Iya, malu.
Aku keluarkan baju dari lemari karena sudah tak suka, suatu hari aku temukan lagi baju bekasku itu, aku pakai lagi, masukkan lemari lagi, jika sudah tak suka lagi keluarkan lagi.
Entah ini gangguan mental nomor berapa,
Bagaimana cara menyembuhkannya,
Malu dengan tingkah bodohku.
Yang ku ingat berkali kali hanya manusia..
Dan tidak lebih sering mengingat tuhan
Jika sudah begini, seakan tidak ada kata yang pantas untuk kembali.
Untungnya aku tak punya kuasa, jadi setidaknya aku tak perlu ragu untuk merasa malu, karena minta ini itu..
Iya, malu.
Aku keluarkan baju dari lemari karena sudah tak suka, suatu hari aku temukan lagi baju bekasku itu, aku pakai lagi, masukkan lemari lagi, jika sudah tak suka lagi keluarkan lagi.
Entah ini gangguan mental nomor berapa,
Bagaimana cara menyembuhkannya,
Malu dengan tingkah bodohku.
Langganan:
Postingan (Atom)