Ini terapi kedua,
Aku pikir mind terapi kali ini akan sulit mencapi kata kondusif karena dilakukan di ruang terbuka dengan jumlah siswa yang cukup banyak. Bisa dibilang tidak cukup memadai.
Beberapa siswa justru sedang sakit, ada dua orang yang baru saja kecelakaan. yang satu jari-jarinya di perban, yang satu kakinya bermasalah entah kenapa, tidak terlihat karena ia memakai rok panjang.
Lagi. Biasanya peserta terapi adalah anak kelas 3 yang hendak menghadapi UN, tapi ini justru anak kelas 1. Terapis sempat bertanya-tanya, untuk apa anak-anak kelas 1 diberi terapi. Benar juga menurutku, karena menurutku terapi ini sifatnya jangka pendek, jika ingin modifikasi perilaku jauh lebih efektif jika dilakukan secara berkala dan dalam waktu yang cukup panjang. Jadi, terapi ini umumnya bertujuan agar mereka lebih bersemangat belajar, dengan memasukkan sugesti bahwa mereka tidak boleh menyia-nyiakan jasa orang tua yang sudah susah payah menyekolahkan mereka.
Tampilkan postingan dengan label Mind. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mind. Tampilkan semua postingan
Minggu, 13 April 2014
Pertama
Ini terapi pertama, yah, aku pernah mengalaminya, tapi sedikit berbeda. Jika mampu, aku hampir selalu menolak sugesti yang disengaja. Jadi meski sugesti itu aku makan, aku menahan, lalu menyangkal. Aku sendiri masih bertanya-tanya terapi nanti akan jadi seperti apa, ya kan pertama kalinya aku terlibat sebagai penyelenggara.
"mungkin nanti akan ada yang kejang, ada yang mengamuk, ada yang berteriak."
Lalu, aku diberi tahu beberapa langkah praktis sederhana untuk menangani insiden-insiden itu jika mungkin terjadi. Grogi itu hanya sedikit, karena benar, situasi ini sulit aku membayangkan.
Dan semua dimulai. Manusia-manusia itu tidur, menangis, menjerit-jerit memekakan telinga, mungkin aku sedikit terganggu dan cemas, sepanjang terapi aku gigit jari melihat orang menangis dan berteriak.
Fuh,.
Tapi sejauh ini tidak ada hal parah terjadi, tangis, haru, pelukan, emosional.
Aku melihat semuanya dari luar, sama sekali tidak tersentuh emosi mereka. Aku aneh.
Tapi baiklah, cukup menarik, sebenernya mulai menarik.
"mungkin nanti akan ada yang kejang, ada yang mengamuk, ada yang berteriak."
Lalu, aku diberi tahu beberapa langkah praktis sederhana untuk menangani insiden-insiden itu jika mungkin terjadi. Grogi itu hanya sedikit, karena benar, situasi ini sulit aku membayangkan.
Dan semua dimulai. Manusia-manusia itu tidur, menangis, menjerit-jerit memekakan telinga, mungkin aku sedikit terganggu dan cemas, sepanjang terapi aku gigit jari melihat orang menangis dan berteriak.
Fuh,.
Tapi sejauh ini tidak ada hal parah terjadi, tangis, haru, pelukan, emosional.
Aku melihat semuanya dari luar, sama sekali tidak tersentuh emosi mereka. Aku aneh.
Tapi baiklah, cukup menarik, sebenernya mulai menarik.
Langganan:
Postingan (Atom)