Pagi hari menapakkan kaki di bumi, mengamati jejak manusia semalam dan malam-malam yang lalu, tapi jejakmu saat bersamaku semalam tak ada di sana, siapa yang menghapusnya?
Seseorang tengah mencoba melupakan, menghapus, untuk membunuhku yang tinggal di dirinya dalam sepersekian waktu hidupnya, aku tak pernah pergi, belum pernah mati, tapi bagimu aku bisa hilang begitu saja?
Diam pada pagi, saat venus masih menemani putri bulan yang menyabit diangkasa biru muda, awan putih saling susul di timur, matahari mengguyur sinar menghapus cahaya-cahaya mereka, yang mulai meredup, tapi masih cantik karena kilau sederhana dan semampunya itu justru terlihat seperti berlian, mahal. Tapi kemudian hilang.
Matahari selalu tau bulan ada di sana meskti tak bisa melihatnya, begitu pun venus, dan awan tetap menggeliat bebas di kala langit malam nan hitam menutup putihnya.
Sebeneranya mereka hanya saling mewakili demi tetap menghidupi bumi atas titah sang kuasa,tidak pernah saling membenci, tidak pernah saling iri, tidak pernah saling menghabisi. Hanya sesederhana itu, untuk selama waktu hidupnya.
Dan, kau?
Dan, kau?
26.4.1964
Vint.
NB : aku masih tinggal