Minggu, 13 April 2014

sederhana, lagi

"dan biarkan aku merasa tidak peduli pada sepersekian hati
Kamu, lebih jauh melanglang,
kita bertemu lagi di suatu siang nanti dalam ruang tak bersekat, terkungkum rasa tak berbatas"

.Luna.

tapi bumi tak sepenuhnya aman ketika mereka ingin menapak dengan tenang
ranjau di sana-sini, bukan daerah bekas perang, memang di sana sini mereka telah tertanam
rawan

sesekali Luna bangkit, berdiri, tidak santai lagi,
yang tak terbatas, liar kesana kemari, sesekali memang perlu di kuasai,
karena berpasrah itu seperti mengikat balon nitrogen pada pagar kayu di halaman,
hembusan angin di luar tidak dapat terelakkan
karena jika berpasrah itu cukup, maka kerinduan tidak akan jadi harapan

"ini, yang memenuhi ruang bumi, adalah setitik cintanya,
berarti telah kuasa, ketika kamu telah melihat Sang Maha Kuasa di sana"

.Awan.
sederhana, hakikatnya.
perih, sakit, senang, gila, jelmaan sang sederhana, untuk sebuah kehidupan yang hidup,
untuk kesederhanaan yang lebih sederhana.  




Tidak ada komentar:

Posting Komentar