Dan jika rasa tidak mampu lagi dikuasai, maka kembalilah "diri yang tidak mampu" kepada yang Maha Kuasa
Dan tawakal bukanlah mematikan rasa, untuk kembali fokus pada titahnya,
karena tawakal berarti menyerahkan segala rasa,
nyatanya rasa itu tercipta bersama manusia itu ada,
tidak bisa tau sebabnya apa
kenapa manusia seakan berkuasa diatas segala yang telah tertakdir
dan karena dari sanalah semua menjadi ada.
maka kembalikan saja
barangkali
karena tawakal itu bukan mematikan rasa
karena tawakal itu menyerahkan segala rasa, dengan penuh rasa
karena ketika berpasrah itu cukup, maka kerinduan tidak akan jadi harapan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar