Masih terlalu pagi untuk mengernyitkan dahi?
Semalaman kau berfikir, untuk kemudian menyapaku lewat simbol yang membingungkan,
dan dari sekian simbol itu yang ku mengerti hanya satu kata "berfikirlah"
Pagi,
Pesimisme dan Optimisme bersanding disepanjang jalan meski aku belum keluar, hanya bising, teriakan di sana-sini, sebentar semangat sebentar muak
Dan di pagi hari, aku memilih menu untuk hari ini
akan seperti apa hari ini, tanpa ada pikiran tentang mati
Pagi, kebebasan dalam pikiran yang terdesak
Pagiku, terpikir untuk "berfikir" bersamamu
Atau tinggalkan saja disitu, tak peduli tanpa jasadmu
Biar kala pagi, aku bisa melangkah di atas tanah tanpa sepatu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar