Rabu, 19 Maret 2014

Diam Saja

"Kepalaku sakit" Luna memecah hening, matanya menerawang, mengarungi dirinya yang lebih dalam, dalam di kebingungan, seperti penyelam tersesat di kedalaman lautan, tinggal berenang saja ke atas, tapi ia hanya berputar-putar. "Aku berurusan dengan banyak manusia..kepalaku sakit"

"Diam" Raut wajah Awan semakin tenang, tangannya tetap tak diam menggores kertas dengan untaian garis dengan sembarang tekanan, buangan energi jiwa.

Luna berjalan kemudian duduk di tengah sabana sambil menenteng gitanya. Tubuhnya lemas tersangga gitar di pangkuan, tangannya memetik begitu saja mengikuti nada yang diiyakan jiwa.

Dan sore itu, mereka selesaikan apa yang ingin diselesaikan jiwa, dalam tenang, dalam raga yang diam, tanpa ada banyak orang, tanpa lagi keluhan.

Diam saja ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar