Biarkan saja rindu ini tersisih,
menjadi jejak yang tercecer dalam rekam kehidupan banyak orang
meski hanya aku yang mengalaminya
karena rindu ini bukan yang seharusnya
salah, karena tidak bisa menjaga hati
salah, karena menitipkan hati bukan pada pendermanya
salah, karena salah sangka,
karena bukan seharusnya hati ini terbawa kemana-mana
tuhan diam saja membiarkanku menari-nari bebas tanpa batas
menari bebas tanpa prioritas sebagaimana yang tercantum dalam mushaf
nyatanya duniaku tak seluas bumi terhampar
tiba dimana saat aku sedang menari, aku menabrak sebuah kaca, bening, tipis
di luar sana manusia menari-nari sepertiku,
penuh ekspresi, tanpa kendali
saat itu aku tertunduk malu, berjalan mundur, terpejam sesaat
rekaman kebodohan kembali terputar, sekilas-sekilas, membawa diri pada episode-episode traumatis
saat aku mulai kembali ingat,
bahwa memang aku tak mampu
bahwa memang aku tak berdaya
dan aku hanya manusia
dan aku lah manusia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar