Sabtu, 22 Februari 2014

Hiperaktivitas

Hiperaktif?

kenapa hiperaktif? kenapa aku suka melihat orang hiperaktif dan bisa terhibur dengannya?

Hiperaktif, bergerak ke sana kemari tanpa fokus yang jelas, seperti energinya tidak pernah habis.

Aku selalu melihat orang hiperaktif sambil tersenyum riang, atau paling tidak riang dalam hati sambil menyimak gerak-geriknya yang kemana-mana, seperti menonton sebuah pertunjukan. Tapi bukan sekedar senang yang seperti itu, senang ini sepertinya bukan pekerjaan kognisi, bukan pekerjaan logika, lalu apa ya?

"Kenapa dia harus terburu-buru?" aku selalu menanyakan itu, tapi aku menanyakannya sambil tersenyum senang. mungkin jika mereka benar aku tanya mereka pun bingung menjawabnya, mungkin, karena masih jadi pertanyaan bagiku, kenapa terburu-buru.

Kenapa tidak berhenti bicara? Kenapa bicara dengan cepat? Kenapa setiap bicara harus bergerak? Kenapa ketika tidak bicara dia bergerak? Kenapa tidak bisa diam sebentar? Kenapa saat yang lain duduk dia berputar putar di ruangan?

Kadang aku takut mereka jatuh, kadang aku ingin mengatakan "tenang-tenang" atau "pelan-pelan", tapi pertanyaan lain yang lebih membingungkan, kenapa aku senang melihat mereka begitu banyak melakukan gerakan? Sejauh ini tidak pernah merasa terganggu dengan manusia-manusia hiperaktif itu.

Tapi ada satu orang aneh, yang aku yakin dia sangat diam, tapi pada momen tertentu dia menjadi sangat aktif, aktif dengan cara yang tidak biasa.

Pada beberapa kasus atau insiden, atau momen, dari hiperaktivitas yang aku amati, mereka tampak seperti tidak dapat menyalurkan sebuah energi dari suatu emosi yang tinggi, kemudian mereka mengalihkan dengan cara yang lain, dan tidak kunjung habis, tidak lelah, karena emosi itu tidak selesai-selesai juga, karena memang tidak diselesaikan atau disampaikan. Jadi, meskipun banyak perilaku yang muncul, ada sesuatu yang masih belum tersampaikan.

Pada beberapa kasus lain, mereka seperti menjadikan 'hiperaktivitas' itu sebagai cara hidup. Kadang ini sulit aku pahami, misalnya, kenapa mereka harus lebih memilih untuk tetap 'menggila' sementara sebenarnya mereka sedang tidak ingin 'menggila'.

Beberapa teori mengatakan hiperaktivitas adalah bentuk kekacauan atau kebingungan, hm, entah, apanya yang kacau? ha? haha.

Di kasus lain, hiperaktivitas itu bisa menggambarkan kedewasaan, atau justru bentuk kemurnian dalam memanifestasikan jiwa, mungkin titik ini yang membuatku senang melihat hiperaktivitas, atau mungkin tidak, aku masih bingung.

dan ini hiperaktivitasku terhadap hiperaktivitas
ini hiperaktivitasku dalam menulis

entah ini hiperaktivitas yang mana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar