Luna mensejajarkan kedua kakinya, memanjang selaras tatanan kayu di dermaga kecil itu,
Gitar dipangkuan, jarinya memetik perlahan, hingga terdengar alunan merdu
Mengikuti sendu yang tampak sekilas-sekilas dari matanya yang sayu
Haaah
Desahan panjang terdengar
Itu Luna yang kesal karena salah satu senar belum sempat dipasang
Senar terakhir, senar paling sendu, tajam, sensitif, emosional, dan paling sering jadi korban kecerobohan
Dia menopang dagu di atas gitar yang sedang tidak bisa diandalkan
"Napa?" tanya Awan yang sejak tadi sibuk sendiri memainkan kertas, keduanya saling memunggungi.
"Ga ada, enak aja, menghela nafas, haaah.." jawab Luna sambil mengulanginya.
Awan berbalik, tidur tengkurap di atas tatanan kayu, tangannya meraih air danau, ternyata ia membuat sebuah perahu dari kertas, kemudian melabuhkannya ke danau.
Keduanya lalu diam, sama-sama menopang dagu memandangi perahu kertas yang semakin lalu.
Perahu kertas itu terombang ambing karena ombak kecil
Perahu kertas itu berubah arah karena tertiup angin
Berlayar tanpa navigasi
Tanpa destinasi
Tenggelam tanpa perkiraan
Mereka masih diam meski perahu sudah tenggelam
Sedang memastikan mereka akan berlayar di atas perahu yang benar
ini masih ada episode 2 kan ceritanya? agak nanggung nih...hehe
BalasHapusEntah sampai episode berapa, pasang surut selalu ada selama Bulan masih diatas sana, selama Awan tetap jadi bagian dari siklus kehidupan.
BalasHapus